Kapkap on Pinterest

Barusan saya membaca artikel di Buzzfeed yang cukup menarik: What Happened When I Lived According To The Pinterest Popular Page. Dan untuk saya, memang banyak benernya, haha.

Pinterest ini seperti… Mood board, kalo kata adik saya. Nggak harus mood board juga, tapi bisa inspiration board dan papan-papan lainnya. Dan baru-baru ini, ada istilah yang namanya ‘Pinterest Stress’ (dan kalo ga salah ada juga yang namanya ‘Mason Jar Syndrome’). Biasanya menjangkiti para pengguna Pinterest yang merasa “kurang kreatif dan kurang cakap dalam kerajinan, rumah, dan masak”. Ini seperti membaca majalah wanita bulanan. Isinya tips dan trik untuk tampil lebih cantik, lebih seksi, lebih keren, dan lebih-lebih lainnya. Ditambah dengan banyaknya iklan di majalah yang menggambarkan status sosial dan merek-merek mahal, cukup untuk sedikit menggoncang rasa percaya diri. Seperti yang dituliskan si penulis, Rachel, di artikel Buzzfeed-nya.

Then I discovered Pinterest’s “most popular” page, which is essentially a collage of white girls with impossibly great hair, superhuman nail art skills, and apparently enough free time to create a tidy basket of “postpartum supplies” for “every bathroom” in the house.

Seolah-olah Disney nggak cukup untuk membuat kita semua para wanita berharap terlalu tinggi untuk mempunyai rambut seperti para Disney princesses.

Seriously. CAN YOU BEAT THAT? CAN YOU?

Seriously. CAN YOU BEAT THAT? CAN YOU?

Untuk saya pribadi, Pinterest cukup berguna untuk hobi menggambar saya. Di Pinterest banyak sekali referensi menggambar karakter, pose, anatomi tubuh (ya, saya masih terobsesi dengan menggambar hidung dan mata), sampai teori warna.

Ini yang baru-baru saja saya temukan dan langsung menjadi favorit saya.

9754253ba6553300cc01bc72b4a6af20

Biasanya kalau lagi santai, saya suka buka-buka lagi tips dan trik yang saya kumpulkan untuk mengingat-ingat dan memperbaiki kemampuan saya, haha. Dan kalau dilihat-lihat, masih banyak kesalahan saya yang sebenernya merupakan kesalahan amatir 😐

Pinterest, untuk saya, seperti bookmark app, namun untuk visual. Biasanya untuk artikel saya menggunakan Pocket karena berbasis teks.

Banyak artikel yang menyatakan bahwa Pinterest ini membuat ketagihan, dan Washington Post menuliskan Pinterest sebagai “digital crack for women“. Apakah saya juga ketagihan?

Bisa ya, bisa nggak.

Yang jelas, Candy Crush Soda Saga masih lebih menyebalkan *stuck di level 120 dan susah bukan main*

Find me on Pinterest here *shameless self-promo. LOL*

Advertisements