#catatanemak. 06:59 PM. Proses Mengandung.

Saya kepikiran ya… Baby blues/post-partum depression itu mudah nempel ke ibu karena memang dasarnya kehamilan itu ga enak.

Paling tidak 70-80% deh dari seluruh proses kehamilan itu nggak bisa dibilang menyenangkan. Muntah mual ga karuan di trimester pertama, badan membengkak di trimester kedua dan ketiga, belum lagi dengan kaki bengkak, varises, heartburn, paranoid setiap saat, pantangan makan, dan segala macem.

Si ibu selalu selalu selalu diingatkan supaya selalu sabar, selalu senang, dan yang saya sangat salut akhir-akhir ini, ajakan dan nasihat dari ibu-ibu lain bahwa NGGAK DOSA buat si ibu untuk membahagiakan diri dia sendiri terlebih dahulu sebelum membahagiakan suami dan anaknya. Malah sangat dianjurkan.

Nah, tapi apakah kehamilan itu menyenangkan? Ya memang sisa 20-30% itu ketika si bayi bergerak-gerak dalam perut yang membuat si ibu berpikir, “ada manusia di dalam badanku.”

Apabila dijalankan dengan benar dan baik, stresnya kehamilan bisa dilalui.

Kalau tidak (si ibu usianya masih terlalu dini dan belum siap mempunyai anak, kehamilan yang dipaksakan, dll), stresnya itu nempel terus bahkan sampe anak gede.

Jadi ga usah heran dengan berita ibu membuang anak.

Saya… Saya berusaha nggak kebawa perasaan, hahaha. Karena masih trimester pertama, memang masih mual begah ga karuan. Gampang banget untuk berpikir, “and why did I want this on the first place?” lalu jadi menyalahkan si janin.

Yang saya syukuri adalah saya dikelilingi teman-teman dan keluarga yang hebat dan mendukung sekali. Yang udah melek baby blues dan post-partum depression. Bikin saya sadar bahwa ini “hanya” salah satu proses dari sekian banyak proses di dunia dan hidup.

Terima kasih.

Idul Qurban

Mendadak keinget. Post ini di Path, tiga tahun lalu.

Denger di bis.

“Gw mau kurban pas Idul Adha nanti.”

“Lu kan masih kuliah.”

“Lah, terus?”

“… … … Gapapa sih.”

“Kaya orang tua banget ya?”

“Hmmm, mungkin karena gw jarang denger anak kuliahan ikut kurban.”

“Hehe, gitu deh.”

“Kenapa ikut kurban?”

“Lho, kurban buat Idul Adha kok ditanya?”

“… … …”

“… … … Gw kemarin liat FB gw. Ada foto orang pada antri beli gadget. Gw keinget, gw juga suka beli gadget.”

“Terus?”

“Kalo buat beli gadget aja gw ga mikir, kenapa gw harus mikir untuk kurban Idul Adha?”

#catatanemak 08:19 AM. Suka dan Nggak Suka

Mualnya ibu hamil itu penyebabnya macem-macem (hormon, daya penciuman yang meningkat tajam macem mutant) dan dari mual itu biasanya gandengan tangan dengan selera makan yang berubah total.

Kalo dulu hayu aja makan daging rendang, sekarang liat gambar daging di TV aja udah bisa bikin ngesot ke toilet buat muntah-muntah. Kalo dulu jauh-jauhan dari bayam, mungkin pas hamil mendadak nyari lauknya bayam terus sampe 7 hari 7 malem.

Si kunyil di perut saya ini juga ga terkecuali. Malah menariknya, selera dia lumayan berbeda dari abangnya sewaktu Wira masih di perut saya.

Yang saya perhatikan akhir-akhir ini, si kunyil suka sekali Milo (apalagi Milo dingin), pasta, keju (saya agak lega karena artinya asupan kalsium cukup, hahaha), jahe, kentang, capcay, air kelapa muda, dan tahu. Beberapa hari lalu sampai dua hari berturut-turut makan nasi dengan sapo tahu sampe si kunyil sendiri bosan, hahaha.

Paling nggak suka dengan susu UHT (saya juga heran. Spesifik UHT gitu…), minuman isotonik, dan bawang.

Tentu aja masih terlalu dini untuk menyimpulkan makanan yang dia suka atau nggak suka karena toh ini Insya Allah masih trimester pertama. Semoga saja mual-mual dan perasaan nggak nyaman ini berakhir ketika memasuki trimester kedua (amiiiin…)