Kos-Kosan dan ‘CSI: Las Vegas’

Di bagian komentar tulisan gw soal me-time, Zi cerita kalo dia pernah ngendon di kamar kosnya selama 4 hari berturut-turut ga keluar kamar.

Gw keinget ketika dulu gw ngekos di samping kampus BINUS Anggrek di Palmerah.

Ada temen kos gw, saking capeknya kegiatan klub dan kuliah, dia ketiduran di kamarnya dari Jumat siang sampe Sabtu pagi.

Seharusnya cerita ini berakhir baik-baik saja, kalau saja saat itu para gerombolan cewek-cewek kos-kosan sedang nggak dijangkiti demam nonton serial ‘CSI: Las Vegas’.

Jadi kebayang dong, obrolan macam apa yang muncul?

Dari, “… eh, kok gw ga liat Sari ya dari kemarin sore? Biasanya dia kan ke warteg beli makan, kok ini nggak ya? Dia pulang Sabtu-Minggu?

Hah? Nggak, kok. Itu sepatunya masih ada– lho, iya, anaknya ke mana dong? Di kamar terus dari kemarin?

Tentu saja, ada celetukan jenius seperti, “… … … mmmmmmmm, dia ga udah jadi mayat kan?

Lima cewek sibuk gedor-gedor pintu kamar kos-kosan sambil teriak-teriak, “SARIIIIII! SARIIIIII! LU GAPAPAAA? LU DI KAMAR? JAWAB WOOOOY! SARIIIIIII!

COBA TELPON HAPE DIA!

INI LAGI GW TELPON! GA DIANGKAT! UDAH GW COBA TIGA KALI!

DOBRAK PINTUNYA! DOBRAK!

Beberapa dari kami yang kebetulan ikut klub beladiri di kampus ya langsung maju… kakinya.

Pintu berhasil didobrak setelah beberapa tendangan. Sekedar catatan, jangan percaya kalo ada yang bilang kos-kosan cewek itu tenang. Kadang terdengar suara pintu didobrak, atau teriakan sambil lari karena ngeliat lintah (itu gw.)

Ketika pintu dibuka, tampak Sari si oknum duduk di tepi tempat tidur sambil bengong. Otaknya sepertinya sedang memproses kenapa itu pintu terbuka paksa dan bukannya muka orang yang nongol tapi telapak kaki manusia.

Bisa dibilang, setelah kejadian itu, ibu kos sampe nggak bisa marahin kami. Satu sisi beliau ya paham namanya juga khawatir sama temen sehingga kekerasan perlu dilakukan, tapi satu sisi heran bener ini cewek-cewek pada kurang makan apa gimana sih.

Lalu, pintu kamar diganti.

Advertisements

Author: Nindya

An Indonesian in Malaysia. Nicknamed “Kapkap”. A mother of two. A black thumb learning how to be a green thumb. Love to draw, love to read, love to write, love to cook — terrible at baking (seriously terrible). Having tendencies of sending and using excessive memes on blog posts and daily chats.

4 thoughts on “Kos-Kosan dan ‘CSI: Las Vegas’”

  1. HAHAHAHAHAHAHAHA Wah mbak Nindya, saya terharu dapet honorable mention di postingan :”))))))))))))))))))

    *berusaha mengalihkan perhatian supaya nggak curhat bahwa empat hari nggak keluar kamar pun nggak ada yang nyariin boro-boro ngejebol pintu*

    Di kosan pas kuliah syukurlah nggak ada lintah, tapi sering kesamperan kecoa (hiiiiiiii jhijhique) dan laba-laba (huhuhu taqud). Mana laba-labanya tuh kayak udah puber gitu lho mbak, jadi ukurannya nggak mini-mini sekuku jari gitu. Rekor terbesar, nongol laba-laba segede tatakan gelas… dan baru badannya aja. BAYANGIN KAKINYA DESE DELAPAN KE MANA-MANA. Dua malem langsung maksa ngungsi ke kosan temen satu SMA saking traumanya.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s