Smol Dragon di Lapaknya Kapkap

Mood: ‘Baby Portable Rock’ — Pizzicato Five

Akhir-akhir ini gw mutusin ngerapiin isi online store Tees gw soalnya banyak desain yang, apa ya, nggak nggenah gitu. Ada banyak desain yang gw masukin itu hasilnya ga rapi atau malah ga jelas itu apaan, hahaha. Jadi ada beberapa desain yang emang ”ilang” dari lapak. Gw juga pengen bikin semacem OC (original character) supaya isi lapak gw ada temanya.

Meet Smol Dragon.

7DC61929-38DF-4710-AA0A-207F435DB9D5

Gw juga kepikirnya, ini udah dibeliin iPad Pro masa ya ga dibudayakan coba ya? Sementara dulu gw ngeluh ribet bener kalo masukin desain ke Tees itu musti scan gambar, apalagi kalo gambarnya itu pake cat air… HADEH NGEDITNYA CAPE JIWA. Ini udah ada media yang sangat memudahkan, mubazir banget kan kalo ga dipake.

Jujur, awalnya ya juga repot karena masalah resolusi gambar. Karena Tees itu basisnya ya ujungnya nyetak gambar, jadi butuh resolusi 300 dpi. Dulu agak repot karena nyaris semua app menggambar itu rata-rata basisnya digital yang resolusinya itu 72 dpi. Nah, ketolong banget sama app Adobe Sketches dan Adobe Draw, karena selain resolusinya disediain untuk media cetak/printing, mereka juga vektor jadi kalo dipindah ke laptop gitu ga pecah.

Desain yang paling baru, yang baru gw bikin dan upload ke Tees itu ‘Smol Dragon ke Pantai’, ”terinspirasi” dari musim panas di Kuala Lumpur yang panas banget, hahaha.

14868F49-0F2F-4AEE-A606-50FF1BACE6CA

Gw seneng banget liat hasilnya. Semoga banyak yang suka dan banyak yang beli ya, hahaha. Amiiin.

Karena niatan bikin tema gini, gw jadi belajar juga untuk mulai lebih konsisten dengan penggambaran karakter Smol Dragon.

065C28D0-F318-46D1-8EE4-B2D81AF3FD92

Kaos dan tas Smol Dragon bisa dibeli di lapak Tees gw: https://tees.co.id/stores/Lapaknya-Kapkap/

Advertisements

Siap-siap ‘Aggretsuko’ Season 2~

Ada yang udah nonton ‘Aggretsuko’?

Aggretsuko itu serial anime di Netflix produksi Sanrio yang menceritakan kehidupan sehari-hari seekor (? Seorang?) panda merah bernama Retsuko. Retsuko ini cewek Jepang yang bekerja sebagai staf akuntan di sebuah perusahan besar dan mempunyai atasan yang super nyebelin, hahaha.

836E8A4D-5A6C-49CC-9340-F7B76BCF917B

Anime Aggretsuko ini rame dibicarain karena, pake bahasa masa kini, relatable. Kegiatan dan masalah yang dialami Retsuko itu ya kegiatan dan masalah yang, buat banyak pekerja di kantoran, “gue banget!” Apalagi Aggretsuko juga menyentil beberapa isu sosial yang ada di Jepang seperti seksisme dan diskriminasi. Kita ngeliat gimana cara “bertahan hidup” di perkantoran. Ada yang kepaksa manut weh seperti Retsuko, ada yang menentang, ada yang menjilat bos — dan seperti banyak bahan cerita dari Jepang, ga pernah ada yang bener-bener hitam putih jahat baik. Bahkan staf yang gayanya sok imut atau menjilat di depan bos itu termasuk salah satu cara dia bertahan hidup di lingkungan pekerjaan yang manusia-manusianya itu ‘replaceable’ (mudah tergantikan/digantikan.)

Gw rasa itu bagian dari lingkungan kerja saat ini ya? Waktu gw masih ngantor di kampus, gw punya pertanyaan yang sama dan itu bikin gw jadi parno sendiri.

Am I replaceable? Apakah kemampuan gw ini mudah digantikan/mudah ditiru? Apa kemampuan gw yang bisa bikin gw unik dan ga mudah tergantikan?

Tentu saja dasarnya manusia itu mudah tergantikan. Kemampuan yang dipunya, seunik apapun, minimal ada lah 1-2 orang di luar sana yang juga bisa. Tinggal masalah berapa lama dan seberapa langka. Tahun 1990-2000an, industri IT belum mempunyai banyak praktisi, sehingga lulusan jurusan IT itu sangat dihargai dan sangat dicari. Sekarang, udah mulai banyak yang ahli dan jago di dunia IT, baik melalui jalur pendidikan formal maupun nggak. Ya industri juga berkembang (misalnya, waktu gw masih SD ya mana tau gw soal pekerjaan sebagai digital content creator atau social media admin,) jadi emang pinter-pinternya kita di adaptasi.

Balik ke Retsuko.

Sanrio ini kan biasanya dikenal dengan karakter yang lucu-lucu macem Hello Kitty, Badtz Maru, dan Keroppi. Nah, sepertinya mereka masuk ke arena rage kawaii melalui Retsuko atau negative mascot seperti Gudetama. Menarik melihatnya, karena para maskot ini jadi lebih manusiawi, lebih “gue banget”, dan di beberapa bagian — seperti Aggretsuko — lebih menyentuh isu sosial.

Gw agak kaget liat anime Aggretsuko dibikin season 2, karena seinget gw, jarang (atau ga ada?) anime yang lanjut sampe banyak season (?) begitu kecuali yang memang disadur dari manga/komik yang panjangnya naujubilah (yes, Naruto and One Piece. I’m looking at you.) Tapi mungkin gw salah, mengingat gw udah lama banget ga ngikutin dunia anime manga, hahaha.

Omong-omong penggambaran rage kawaii, bisa diliat di TVC Van Houten Cocoa dari Jepang ini.

Tautan luar:

Sally. Bebek atau Ayam.

Awalnya sederhana.

Wira ijin nggak masuk sekolah karena infeksi bakteri yang mengakibatkan demam tinggi sejak Sabtu lalu.

Hari ini Alhamdulillah dia udah agak mendingan. Pagi-pagi, selepas gw antar Rey ke preschool dan beliin Wira sarapan beserta titipan jus buah, Wira nonton serial ‘LINE Toon’ di Disney XD. Kalo familiar dengan app LINE Chat dan app-app game bikinan LINE Corp. pasti familiar dengan para karakter di ‘LINE Toon’.

46DFA9DB-3FF0-47F5-926B-09965C3EDD8D

Lalu anaknya bertanya, “ibu, itu yang kuning itu… Siapa namanya?”

”James? Yang cowok itu? James.”

”Bukan. Yang kecil itu.”

”Oh? Sally. Namanya Sally.”

”Iya. Sally.

Sally itu anak ayam atau anak bebek ya bu?”

Buka Google dong gw.

Gw selalu ngira Sally itu anak bebek. Secara anatomi SEHARUSNYA dia anak bebek, terutama paruhnya.

Jawabannya?

Anak ayam, sodara-sodara.

Sally (サリー Sarī) is a female chick who is the fifth main member of LINE friends.

http://line.wikia.com/wiki/Sally

Masih penasaran kan; gw cek lah apa iya Sally itu anak ayam. Gw ga pengen sumbernya dari Wikia doang karena selain itu bukan jalur media resmi, bisa banget kontennya diedit kan.

img_0938

Liat di kotak teks paling bawah: “Brighten up your LINE experience with everyone’s favorite cute little chick Sally.”

Nah, ternyata ada penjelasan “logis” dari Tyas soal status Sally sebagai anak ayam, bukannya anak bebek.

Jawabannya ada di ban renang.

//BUKAN

Mbak Dita ternyata udah lama tau Sally itu ayam, tapi dia memilih denial.

Di beberapa obrolan, jadinya agak… mmm, kurang terkontrol.

Sampe sini gw bertanya hal apa lagi yang ngebuat persepsi dan memori masa kecil gw rada dikhianati (yes, I’m looking at you RCTI’s Saint Seiya. WTF did you do to Shun Andromeda hhhhhhh) setelah pihak Sanrio ngomong kalo Hello Kitty bukan kucing.

Peter Rabbit v. Hollywood

Sejak beli buku The Further Tale of Peter Rabbit karya Emma Thompson (iya, Emma Thompson aktris), kami jadi tertarik dan menyukai Peter Rabbit karya Beatrix Potter. Kelinci bandel yang ga pernah dengerin ucapan ibunya, suka nyelonong masuk ke kebun petani dan makanin sayuran, dan — seperti kisah kanak-kanak Inggris — petualangan.

Waktu ke toko buku kemarin, sempet beli beberapa buku Peter Rabbit yang versi board book (kertasnya karton tebal) supaya bisa dibaca Rey juga dan buku The Spectacular Tale of Peter Rabbit karya Emma Thompson. Ada yang seri koleksi, harganya lumayan, huhu. Nabung dulu, hahaha.

Waktu denger soal film Peter Rabbit dalam bentuk animasi 3D, Ari dan gw semangat. Berpikir mau nonton sama anak-anak nanti bulan Februari.

Lalu nonton trailernya:

*insert hantu air Jepang RAAAAAAGGGEEEEEEEE here*

BIKIN MARAH.

Apa-apaan sih kok jadi komedi slapstick Ameriki banget macem Alvin and The Chipmunks hhhhhhhhhhhh THANKS BUT NO THANKS FOR BUTCHERING YET ANOTHER CHARMING KID STORIES, HOLLYWOOD.