Kelas v. Dunia Luar

//ngoceh kapkap pagi-pagi
//skip aja weh, ndak penting kok

Dulu waktu masih kuliah, dan ketika masih ngajar, materi kuliah untuk Marketing Management itu ya basa basi seperti biasa lah ya. Teori Kotler nganu nganu segala macem visi 5 taun visi 10 taun product price promotion place nganu nganu.

Gw penasaran sekarang kaya gimana materi yang diajarin karena jelas dunia bisnis udah berubah banget, para perusahaan besar yang sering disebut-sebut di buku teks itu antara sedang kesandung-sandung kasus atau ya udah bangkrut. Kalo udah kaya gitu, biasanya balik ke dosen dan mahasiswanya sih. Yang rajin baca/nonton berita dan ngikut berita biasanya langsung, “oke, ini textbook dan kita cuma ambil teori dasar di sini biar ngerti logikanya gimana di awal. Ini kondisi sekarang dan liat teori dari buku yang ngebikin kondisi perusahaan dari kondisi bagus ke nyaris bangkrut,” atau minimal pertanyaan, “teori di buku ini masih relevan ga sih? Starbucks digadang-gadang baristanya sangat perhatian dengan pembeli sampe hapal nama dan pesanan. Apakah itu cukup? Gimana dengan kasus dua laki-laki kulit hitam yang diberangus polisi di Philadelphia? Perlu pelatihan lebih lanjut untuk para barista? Amerika saja atau internasional? Menurut lu, gen Millennial bener mengganggu dunia bisnis atau dunia bisnis yang ga bisa ngikutin?”

Sering diskusi di ruang kelas seperti itu yang sangat berpengaruh untuk pembawaan seseorang di publik. Gw berharap diskusi-diskusi seperti itu selalu ada dan makin rame sih.

Damn, I miss being in the classroom, hahaha.

Advertisements

Anak Perempuan

Dulu gw suka nonton DAAI TV — stasiun TV milik Tzu Chi, organisasi kemanusiaan dengan latar belakang Buddhisme (tapi mereka ini ya aslinya organisasi kemanusiaan, jadi mau agama apapun dan latar belakang apapun ya monggo) — dan suka ada serial TV yang kisah-kisahnya diangkat dari kisah nyata para relawan Tzu Chi.

Sering ada dialog, “tidak apa-apa kalau hanya punya anak perempuan. Anak perempuan juga sangat berbakti dan berkarya,” atau, “sangat terbantu dengan anak perempuan. Mereka sangat cergas dan cerdas dalam mengurus urusan sehari-hari.”

Sedikit langkah kecil untuk edukasi masyarakat bahwa anak perempuan juga tidak berbeda dari anak laki-laki.

GPS

There’s something really charming about Helen Mirren.

Gw suka perspektif dia soal teknologi; dalam hal ini, GPS. Kalo dipikir-pikir, gw menganggap remeh teknologi GPS karena udah jadi bagian hidup gw sehari-hari. Padahal, emang GPS itu keren banget. Lokasi lu secara langsung/real time itu bisa dilihat di peta; bahkan bisa juga dilihat tempat-tempat yang lu pernah datengin/singgah. It’s something unthinkable by public 20-30 years ago, and look where we are now.